Kanker adalah salah satu jenis penyakit yang paling ditakuti di seluruh dunia. Hal ini disebabkan karena berdasarkan sejumlah riset ditemukan fakta bahwa ada 8 juta lebih jiwa meninggal dunia akibat penyakit ini. Hal ini bisa terjadi karena di beberapa negara jumlah dokter spesialis kanker masih kurang mencukupi, fasilitas rumah sakit yang minim, dan ketidaktahuannya keluarga atau bahkan penderita tentang gejala kanker itu sendiri. Pada umumnya, sebagian besar penderita baru datang ke rumah sakit ketika kanker mereka sudah berada di stadium lanjut di mana sel-sel kanker sudah menyebar ke berbagai bagian organ tubuh. Di sisi lain, penderita kanker yang sudah dioperasi dan diobati pun harus tetap waspada dan berhati-hati karena sel-sel kanker bisa saja kembali lagi cepat atau lambat.

Nah, jika Anda adalah ex-penderita kanker, sangat disarankan untuk mengetahui hal-hal yang menjadi penyebab kembalinya kanker di bawah ini agar Anda bisa mengantisipasi dan bebas dari penyakit berbahaya ini:

Sisa-sisa sel kanker yang belum sepenuhnya terangkat

Perlu Anda ketahui bahwa tidak semua sel-sel kanker mati ketika dilakukan pembedahan. Mengapa bisa demikian? Sebagian besar sel-sel kanker yang berukuran kecil dan belum menggumpal masih tertanam di dalam organ tubuh yang sudah terinfeksi. Sebenarnya, sel-sel kanker ini bisa mati dengan sendirinya seandainya penderita mengikuti semua saran dokter. Ya, dokter akan menganjurkan penderita untuk melakukan pengecekan pasca operasi untuk memastikan bahwa seluruh sel-sel kanker mati. Jika masih ditemukan sebagian sel kanker, dokter akan menyarankan penderita untuk melakukan kemoterapi atau radioterapi guna membunuh sel-sel kanker tersebut. Sudah pasti penderita boleh mendiskusikan hal ini terlebih dahulu dengan pihak keluarga karena baik itu kemoterapi atau pun radioterapi memiliki efek samping selama dijalani. Sebagai contoh, jika Anda memilih untuk menjalani kemoterapi, besar kemungkinan rambut Anda akan mengalami kerontokan dan bahkan menjadi botak (sulit tumbuh) selama menjalani pengobatan. Namun, efek samping yang ditimbulkan ini akan hilang dengan sendirinya apabila pengobatan selesai dijalankan.

Gaya hidup yang tidak sehat

Tidak dapat dipungkiri bahwa gaya hidup yang diterapkan menjadi salah satu kunci kembali atau tidaknya sel-sel kanker di dalam tubuh. Ini artinya bahwa jika Anda menerapkan gaya hidup sesuka Anda atau tidak sehat, kemungkinan besar sel-sel kanker akan muncul kembali di dalam tubuh Anda. Mengapa bisa seperti itu? Gaya hidup yang tidak sehat itu lebih condong merugikan dan mendatangkan penyakit. Misalnya, jika Anda adalah seorang perokok, racun yang ada di dalam rokok dapat menyebabkan beragam penyakit termasuk kanker atau jika Anda suka minum-minum beralkohol, tubuh Anda akan sering tidak fit dan kemungkinan untuk munculnya sel-sel kanker baru menjadi besar. Maka dari itu, sangat dianjurkan untuk mengubah gaya hidup lama Anda dengan gaya hidup sehat. Seperti apa gaya hidup sehat itu? Rajin berolahraga; minimal 3-4 kali dalam seminggu, mengkonsumsi makanan dan minuman sehat dan menjahui makanan berpengawet, cepat sanji, dan tinggi kolesterol serta minuman yang mengandung alkohol, istirahat 7-8 jam dalam sehari, stop begadang, dan lain sebagainya.