Perut Buncit Sebaiknya Tidak Diabaikan!

Kurang seimbangnya antara aktivitas yang dilakukan dengan asupan makanan yang dikonsumsi membuat berat badan relatif bertambah dan tidak normal. Terlebih lagi jenis makanan yang dikonsumsi memiliki kandungan lemak tinggi sangat beresiko terhadap bertambahnya berat badan. Makanan berlemak menyebabkan proses pencernaan kurang baik sehingga mengakibatkan lemak menumpuk di dalam tubuh. Pada seorang pria, dapat dikatakan memiliki perut buncit jika lingkaran pinggang lebih dari 95 cm, sedangkan pada wanita 80 cm. Memiliki perut buncit baik itu sebelum maupun sesudah menikah sebaiknya tidak diabaikan. Kondisi perut yang tidak normal pada dasarnya dapat memicu penyakit serius yang bahkan membahayakan kesehatan dan keselamatan penderita. Simak uraiannya berikut ini:

Penyakit jantung

Serangan jantung termasuk salah satu penyebab kematian di dunia. Penyakit jantung dapat disebabkan oleh banyak faktor, terutama jantung koroner yang dipicu oleh gaya hidup buruk. Salah satunya suka dan sering mengkonsumsi makanan cepat saji, berminyak, dan tinggi lemak. Lemak yang menumpuk di dalam tubuh dapat menyumbat pembuluh darah jantung, ketika aliran darah tersumbat maka yang terjadi adalah serangan jantung di mana organ tubuh tersebut tidak dapat berfungsi secara normal. Penyakit jantung merupakan satu jenis penyakit yang cukup ditakuti di penyakit membahayakan lainnya karena tidak jarang penderitanya mengalami kematian secara mendadak.

Diabetes melitus

Penyakit diabetes juga dikenal sebagai salah satu penyakit yang menakutkan. Betapa tidak, gejala yang dialami penderita diabetes basah adalah jika ada luka sulit sembuh. Dalam waktu yang lama, luka dapat terinfeksi sehingga bagian tersebut dapat membusuk dan bukan tidak mungkin harus diamputasi. Penyakit diabetes memang bisa menyerang siapa saja bagi yang memiliki tubuh kurus maupun gemuk. Akan tetapi, seseorang dengan berat badan berlebih yang ditandai dengan perut buncit memiliki resiko lebih besar terkena diabetes. Hal ini dikarenakan terjadinya resistensi insulin yang tidak dapat berfungsi dengan maksimal.

Kanker kolorektal

Perut buncit dan juga berat badan berlebih juga kerap memicu timbulnya penyakit kanker kolorektal yakni jenis kanker yang tumbuh pada ujung atau bawah usus besar atau tepatnya terhubung dengan anus. Pengobatan kanker kolorektal tergantung dari penyebaran sel kanker, baik itu kemoterapi, radiasi, atau bahkan dengan jalan operasi. Kegemukan di bagian perut menyebabkan terjadinya gangguan hormon yang menyerang usus.

Gangguan pernafasan

Dampak buruk lainnya yang ditimbulkan dari masalah perut buncit adalah gangguan pernafasan. Hal ini dikarenakan timbunan lemak yang ada pada perut mengganggu sistem paru-paru sehingga penderita kesulitan bernafas. Gangguan pernafasan yang berat kerap dialami penderita terutama ketika tidur. Masalah pernafasan juga patut menjadi satu hal penting yang patut diwaspadai agar tidak menimbulkan hal buruk yang tidak diharapkan.

Selain beberapa dampak di atas, perut buncit juga dapat memicu masalah buruk lainnya seperti kolesterol tinggi, hipertensi, bahkan pula stroke. Oleh karena itu, penting untuk menjaga keseimbangan berat badan, selain dengan mengkonsumsi makanan yang tinggi serat juga perlu melakukan aktivitas yang seimbang salah satunya dengan rutin berolahraga.

Hal-hal yang Menyebabkan Kanker Kembali Lagi

Kanker adalah salah satu jenis penyakit yang paling ditakuti di seluruh dunia. Hal ini disebabkan karena berdasarkan sejumlah riset ditemukan fakta bahwa ada 8 juta lebih jiwa meninggal dunia akibat penyakit ini. Hal ini bisa terjadi karena di beberapa negara jumlah dokter spesialis kanker masih kurang mencukupi, fasilitas rumah sakit yang minim, dan ketidaktahuannya keluarga atau bahkan penderita tentang gejala kanker itu sendiri. Pada umumnya, sebagian besar penderita baru datang ke rumah sakit ketika kanker mereka sudah berada di stadium lanjut di mana sel-sel kanker sudah menyebar ke berbagai bagian organ tubuh. Di sisi lain, penderita kanker yang sudah dioperasi dan diobati pun harus tetap waspada dan berhati-hati karena sel-sel kanker bisa saja kembali lagi cepat atau lambat.

Nah, jika Anda adalah ex-penderita kanker, sangat disarankan untuk mengetahui hal-hal yang menjadi penyebab kembalinya kanker di bawah ini agar Anda bisa mengantisipasi dan bebas dari penyakit berbahaya ini:

Sisa-sisa sel kanker yang belum sepenuhnya terangkat

Perlu Anda ketahui bahwa tidak semua sel-sel kanker mati ketika dilakukan pembedahan. Mengapa bisa demikian? Sebagian besar sel-sel kanker yang berukuran kecil dan belum menggumpal masih tertanam di dalam organ tubuh yang sudah terinfeksi. Sebenarnya, sel-sel kanker ini bisa mati dengan sendirinya seandainya penderita mengikuti semua saran dokter. Ya, dokter akan menganjurkan penderita untuk melakukan pengecekan pasca operasi untuk memastikan bahwa seluruh sel-sel kanker mati. Jika masih ditemukan sebagian sel kanker, dokter akan menyarankan penderita untuk melakukan kemoterapi atau radioterapi guna membunuh sel-sel kanker tersebut. Sudah pasti penderita boleh mendiskusikan hal ini terlebih dahulu dengan pihak keluarga karena baik itu kemoterapi atau pun radioterapi memiliki efek samping selama dijalani. Sebagai contoh, jika Anda memilih untuk menjalani kemoterapi, besar kemungkinan rambut Anda akan mengalami kerontokan dan bahkan menjadi botak (sulit tumbuh) selama menjalani pengobatan. Namun, efek samping yang ditimbulkan ini akan hilang dengan sendirinya apabila pengobatan selesai dijalankan.

Gaya hidup yang tidak sehat

Tidak dapat dipungkiri bahwa gaya hidup yang diterapkan menjadi salah satu kunci kembali atau tidaknya sel-sel kanker di dalam tubuh. Ini artinya bahwa jika Anda menerapkan gaya hidup sesuka Anda atau tidak sehat, kemungkinan besar sel-sel kanker akan muncul kembali di dalam tubuh Anda. Mengapa bisa seperti itu? Gaya hidup yang tidak sehat itu lebih condong merugikan dan mendatangkan penyakit. Misalnya, jika Anda adalah seorang perokok, racun yang ada di dalam rokok dapat menyebabkan beragam penyakit termasuk kanker atau jika Anda suka minum-minum beralkohol, tubuh Anda akan sering tidak fit dan kemungkinan untuk munculnya sel-sel kanker baru menjadi besar. Maka dari itu, sangat dianjurkan untuk mengubah gaya hidup lama Anda dengan gaya hidup sehat. Seperti apa gaya hidup sehat itu? Rajin berolahraga; minimal 3-4 kali dalam seminggu, mengkonsumsi makanan dan minuman sehat dan menjahui makanan berpengawet, cepat sanji, dan tinggi kolesterol serta minuman yang mengandung alkohol, istirahat 7-8 jam dalam sehari, stop begadang, dan lain sebagainya.

Seputar Penyakit Stroke yang Harus Diketahui

Ada banyak jenis penyakit yang dapat mematikan salah satunya stroke. Stroke merupakan penyakit yang terjadi pada otak. Yang mana aliran darah yang mengalir kebagian otak mengalami penyumbatan atau pecahnya pembulu darah otak. Penyakit jenis ini dapat mengintai di usia berapa saja tapi paling banyak terjadi pada usia lanjut. Penyakit ini termasuk penyakit yang butuh penanganan serius agar tidak menjadi parah. Ada dua jenis stroke, stroke iskemik dan stroke hemoragik. Stroke iskemik sendiri merupakan stroke yang terjadi akibat aliran darah ke otak terhenti akibat terbentuknya gumpalan darah. Sedangkan stroke hemoragik, stroke yang terjadi ketika pembulu darah di otak mengalami pecah yang akhirnya menyebabkan pendarahan. Pada artikel kali ini akan dibahas seputar penyakit stroke dari penyebab, gejala, pengobatan, dan pencegahan. Untuk mengetahui lebih jelas dari masing-masing, ini dia penjelasannya.

Penyebab

Agar Anda terhindar dari penyakit ini, ada baiknya untuk mengetahui terlebih dahulu mengenai penyebabnya. Dengan Anda tahu apa saja yang dapat menyebabkan penyakit stroke, bukan tidak mungkin Anda dapat mengurangi atau menghilangkan kebiasaan buruk itu. Penyakit stroke merupakan penyakit yang dapat disebabkan oleh berbagai hal. Adapun penyebab stroke diantaranya faktor usia, keturunan, makanan cepat saji (fast food), kebiasaan merokok, minuman bersoda, minuman beralkohol, kurang bergerak (olahraga), dan suka marah. Selain itu, penyakit hipertensi, kolesterol, artioskleroris, dan gangguan jantung merupakan jenis penyakit yang dapat memperparah stroke.

Gejala

Setelah mengetahui apa saja penyebab stroke, berikutnya yang harus diketahui  adalah gejala-nya. Anda harus tahu terlebih dahulu apa saja gejala-gelaja dari penyakit satu ini. Dengan mengetahui gejalanya, Anda bisa bertindak lebih cepat agar gejala yang dirasakan tidak menjadi para. Gejala atau tanda-tanda dari penyakit stoke seperti penglihatan menjadi kabur, kehilangan keseimbangan, kesadaran hilang secara tiba-tiba, kepala terasa pusing secara tiba-tiba tanpa ada sebab, berbicara atau sulit mengerti, dan bicara jadi cedal. Jika Anda merasakan salah satu gejala di atas, segera mungkin mencari pertolongan dan mencari tahu apa penyakit apa yang sedang diderita.

Pengobatan

Informasi satu ini tentunya tidak kalah pentingnya dicari tahu terutama bagi Anda yang menderita stroke. Ini dikarenakan, bila stroke tidak cepat diobati maka bisa terserang stroke berat. Adapun pengobatan untuk penderita stroke adalah harus sesuai dengan jenis stroke yang diderita apakah penyakit stroke iskemik atau stroke hemoragik. Pada umunya penyakit stroke akan diobati dengan obat-obatan, termasuk obat pencegah untuk menurunkan tekanan darah dan menghilangkan pembekuan darah. Sedangkan untuk jenis penyakit stroke hemoragik salah satu jalan yang ditempuh dengan cara operasi.

Pencegahan

Tidak ingin bukan Anda menderita penyakit satu ini? Jika iya, mencegah merupakan salah satu jalan yang harus Anda tempuh. Untuk mencegah penyakit satu ini tidak sulit yang terpenting Anda harus rajin untuk menerapkan kebiasaan baik didalam kehidupan sehari-hari. Ada beberapa cara yang bisa Anda lakukan untuk mencegah penyakit stroke. Ini dia cara yang dapat dilakukan untuk mencegah stroke.

  1. Periksa tekanan darah Anda secara teratur
  2. Hindariatau hentikan kebiasaan merokok
  3. Konsumsi makanan sehat
  4. Kendalikan stres
  5. Kurangi garam
  6. Olahraga rutin
  7. Hindari alkohol

Nah, itulah informasi mengenai penyakit stroke yang harus Anda ketahui. Mudah-mudahan informasi di atas dapat bermanfaat buat Anda. Yang terpenting, Anda harus menerapkan pola hidup sehat agar terhindar dari penyakit stroke.

Gejala dan Pengobatan Kanker Serviks

Kanker serviks adalah jenis kanker yang menyerang leher rahim. Tidak mengenal dari segi usia, semua wanita beresiko terkena kanker serviks terutama yang aktif dalam berhubungan intim dan sering bergonta-ganti pasangan. Di tahun 2014, WHO menyatakan bahwa 10.3 persen dari 92 ribu kasus kematian wanita diakibatkan oleh kanker serviks. Sementara itu, angka harapan hidup penderita kanker serviks tergantung daripada tingkat keparahan penyakit, yakni dari stadium 1 hingga 4. Stadium menunjukkan bagaimana perkembangan dan penyebaran sel kanker leher rahim. Semakin tinggi stadium maka akan semakin kecil pula peluang penderita untuk sembuh dari penyakit kanker yang dialaminya.

Harapan untuk sembuh penderita kanker leher rahim:

Stadium 1 : peluang kesembuhan 80 hingga 99 persen

Stadium 2 : peluang kesembuhan 60 hingga 90 persen

Stadium 3 : peluang kesembuhan 30 hingga 50 persen

Stadium 4 : peluang kesembuhan 20 persen

Sungguh mengerikan dan menakutkan ketika kanker leher rahim sudah mulai mengintai. Oleh karenanya sebelum penyakit tersebut mencapai tingkatan yang paling parah di mana hanya ada sedikit kesempatan untuk sembuh, segera sedari sejak dini. Kenali gejala dan pengobatan pada uraian berikut:

Gejala

Kanker serviks dapat Anda kenali dari beberapa gejala atau tanda-tanda di bawah ini. Segela lakukan pengecekan ke dokter bila satu atau beberapa ciri di bawah ini Anda alami.

  • Saat berhubungan sering terasa nyeri bahkan pendarahan

Gejala daripada kanker serviks yang sering kali muncul baik itu saat maupun setelah berhubungan dengan pasangan adalah terasa nyeri bahkan juga terjadi pendarahan pada miss V. Bahkan, pendarahan sering kali terjadi di luar masa menstruasi atau juga setelah menopause. Namun, untuk mendapat keterangan yang akurat sebaiknya berkonsultasi ke dokter karena saat pendarahaan tersebut bukan berarti selalu tanda dari kanker serviks.

  • Masa menstruasi lebih panjang dan banyak

Kanker leher rahim juga dapat ditandai dengan pendarahan lain yakni masa menstruasi yang lebih panjang bahkan dalam frekuensi yang cukup banyak. Jika pada umumnya masa haid berlangsung sekitar 5-7 hari, namun karena gejala kanker serviks menjadi lebih lama yakni 2 minggu dan tentunya dengan frekuensi darah yang tak sedikit. Hal menggambarkan adanya perubahan yang terjadi pada lapisan dinding rahim.

  • Keputihan abnormal

Keputihan yang tidak normal (abnormal) ditandai dengan warna lendir yang pucat atau putih susu serta memiliki bau yang tak sedap. Selain radang pada alat kelamin, keputihan dengan ciri demikian biasanya merupakan gejala dari tumor jinak maupun juga ganas tak terkecuali persoalan kanker leher rahim.

Beberapa gejala di atas adalah tanda daripada penyakit kanker leheri rahim (serviks). Namun, masih banyak lagi yang kerap dirasakan penderita apabila stadium penyakit tersebut sudah semakin parah di antaranya adalah pada salah satu paha mengalami pembengkakan, nafsu makan menurun, berat badan berubah drastis, dan susah buang air kecil.

Pengobatan                                              

Teknik pengobatan kanker serviks disesuaikan dari tingkat stadium yang dialami penderita. Umumnya ada tiga jenis perawatan, yaitu:

  • Kemoterapi

Kemoterapi adalah pengobatan untuk kanker stadium awal dengan cara pemberian obat-obatan guna mengurangi penyebaran sel-sel kanker dan meminimalisir penyakit tersebut datang kembali.

  • Radioterapi

Jika kemeterapi diberikan melalui obat-obatan, radioterapi dilakukan dengan sinar yang fungsinya sama ialah untuk memperkecil kemungkinan perkembangan sel kanker dan mencegahnya agar tidak terjadi lagi. Di beberapa masalah tertentu (pengobatan cukup serius) kemoterapi dan radioterapi dikombinasikan agar hasil pengobatan lebih efektif.

  • Operasi

Teknik pengobatan dengan operasi umumnya dilakukan juga untuk stadium awal, di mana hanya serviks yang diangkat. Namun, apabila kasus sudah termasuk parah bukan tidak mungkin rahim pun akan ikut diangkat.

Kanker serviks dapat mengancam keselamatan penderita. Oleh karena itu, sebelum hal tersebut terjadi, ayo tingkatkan kewaspadaan.